Example 468x60
BeritaDaerah

Gunung Kerinci Status Waspada, Pendaki Dilarang Naik Total

74
×

Gunung Kerinci Status Waspada, Pendaki Dilarang Naik Total

Sebarkan artikel ini

KERINCI – Aktivitas vulkanik Gunung Kerinci kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Menyusul kondisi tersebut, seluruh jalur pendakian gunung tertinggi di Indonesia ini resmi ditutup total sejak 6 Januari 2026 dan hingga kini belum ada kepastian kapan akan dibuka kembali.

Dikutip dari https://jambiindependent.bacakoran.co, Gunung Kerinci yang berada di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatera Barat saat ini berstatus Level II (Waspada). Status ini dinilai berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan pendaki, mulai dari paparan gas beracun hingga lontaran material vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kepala Pos Pemantau Gunung Kerinci, Irwan, menyebutkan bahwa aktivitas kegempaan gunung masih bersifat fluktuatif.

“Kegempaan kadang meningkat, kadang menurun. Demi keselamatan, pendakian masih ditutup,” ujarnya.

Penutupan seluruh jalur pendakian dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) sebagai langkah antisipatif. Kebijakan ini akan tetap berlaku hingga kondisi Gunung Kerinci dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Pihak pengelola mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak nekat melakukan pendakian ilegal selama status Waspada masih diberlakukan, mengingat risiko bahaya yang tinggi.

Informasi resmi terkait pembukaan kembali jalur pendakian nantinya akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi BBTNKS.

Sebelumnya, pengelola kawasan juga sempat merencanakan pembukaan jalur pendakian baru melalui Solok Selatan, Sumatera Barat. Namun jalur tersebut ikut ditutup sementara seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Kerinci.

Sebagai informasi, Gunung Kerinci memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan tercatat sebagai gunung berapi tertinggi di Indonesia sekaligus Asia Tenggara. Hingga kini, pemantauan intensif terus dilakukan guna menjamin keselamatan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *